GAMBARAN UMUM GAMPONG TIMBANG LANGSA Detail

sejarah Gampong


 

1. Asal usul Gampong ( Legenda)

Sejarah Desa Timbang Langsa tidak bisa lepas dari peran dan keberadaan perusahaan perkebunan PT.Timbang Langsa , perusahaan PT.Timbang Langsa memiliki peran Vital dalam pembentukan dan dan perkembangan Desa Timbang Langsa mulai dari pelepasan tanah untuk pemukiman , Penunjukkan Pemerintah Desa ,dan fasilitas-fasilitas yang diberikan perusahaan dalam bentuk material maupun non material.

Berdirinya  Desa Timbang Langsa diawali dengan masuknya para pekerja diperusahaan Timbang Langsa pada masa kolonial Belanda pada tahun 1930 an dengan jumlah pekerja lebih dari 300 pekerja yang berasal dari luar wilayah Langsa , mereka dipekerjakan oleh perusahaan untuk menggarap lahan perkebunan untuk penanaman coklat dan karet yang diproduksi oleh perusahaan pada saat itu.

Masuknya pekerja dari luar wilayah Langsa membuat perusahaan menyediakan perumahan untuk tempat tinggal pekerja , perumahan perusahaan pada saat itu dibagi menjadi beberapa Pondok sesuai dengan wilayah yang ditetapkan oleh perusahaan seperti Pondok coklat yaitu perumahan mengawasi wilayah sekitar penanaman coklat , pondok ketel,pondok monyet, pondok wates, pondok pipa ditempat wilayah penanaman karet. Sedangkan pondok tengah , pondok seng, pondok kresek berada disekitaran pabrik utama, perumahan ini didiami oleh pekerja yang mempunyai jabatan tinggi.

Pembentukan pondok – pondok perumahan pekerja perusahaan dibarengi dengan pembuatan sanggar untuk tempat hiburan para pekerja ,tempat untuk peribadatan para pekerja dan pembukaan akses jalan utama dari arah pondok perumahan menuju areal perkebunan dan kantor perusahaan .

Seiring berjalannya waktu , setelah kemerdekaan para pekerja yang terdiri dari Bapak SUPARJO,NURSIWAN,IBRAHIM,IDRIS MAHMUD, MUHAMMAD SAIDI,JAMIN ,LEGISO dan lain-lain mengajukan pembebasan lahan  yang berada di blok I  ( sekarang Gampong Timbang Langsa , Dusun Pendidikan dan Dusun Nelayan ) untuk pembukaan pemukiman  dan disetujui oleh pimpinan perusahaan diarenakan wilayah Blok I adalah lahan Garapan yang tidak digunakan perusahaan untuk penanaman .

Setelah pembebasan lahan disetujui oleh perusahaan , para pekerja berangsur – angsur  memulai pindah dari perumahan perusahaan dan mendirikan pemukiman baru di Blok I , sedangkan bekas perumahan perkebunan akan digunakan untuk kegiatan perkebunan ,pembuatan lapangan olah raga dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan para bekrja.

Berselang beberapa tahun perusahaan perkebunan Timbang Langsa yang awalnya dikuasai oleh negara  beralih atau disewakan  oleh perusahaan swasta dengan system HGU  ( Hak Guna Usaha)  oleh PT.Artco yang dipimpin oleh Bpak Haji Ismail pada tahun 1955 , pada saat bersamaan pak Haji Ismail menunjuk Pak Suparjo sebagai Kepala Desa Timbang Langsa  dan Pak Narsiwan sebagai Sekretaris Desa.tepatnya sekitar tahun 1947 -an yang mana pada waktu itu melalui undang - undang Pokok Agraria (UUPA) maka tanah - tanah / lahan tidur sejak jaman jepang diberikan kepada rakyat oleh Bupati aceh Timur yang bernama T.Johansyah ( Kala itu Kota Langsa belum pemekaran masih menjadi bagian dari Kabupaten aceh Timur).

2. Sejarah Pemerintahan Gampong

sistem Pemerintahan Gampong Timbang Langsa berasaskan umum penyelenggaraan Pemerintah yang baik yaitu:  asas keislaman , asas kepastian hokum, asas kepentingan umum. Pada pola adat/ kebudayaan dan peraturan formal yang bersifat umum sejak zaman dahulu , Pemerintahan Gampong dipimpin oleh Geuchik dan dibantu oleh Kepala Dusun . Tuha Peuet menjadi bagian lembaga penasehat Gampong , Tuha Peuet Juga sangat berperan dan berwenang dalam memberi pertimbangan terhadap pengambilan keputusan – keputusan Gampong, memantau kinerja dan kebijakan yang diambil oleh Geuchik . Imuem Gampong berperan mengorganisasikan kegiatan – kegiatan keagamaan .